Rabu, 07 Mei 2008

kenaikan BBM, APBN yang sehat

Kenaikan BBM sungguh pilihan yang sulit yang harus dihadapi,
sisi gak enaknya:
- biaya transportasi naik
- barang manufaktur/pabrikan yang pake BBM atau melalui proses distribusi juga ikutan naik,
- banyaknya barang/jasa yang naik harganya bikin inflasi naik tapi bunga bank gak naik, bunga kredit yang paling cepet menyesuaikan naik, nilai intrinsik uang kita jadi turun,jadinya barang yang di dapet dari uang kita cuma dikit,
- gaji minta naik? tunggu dulu, perusahaan bilang beban produksi naik, jadi ga ada anggaran naikin gaji karyawan, yang PNS? apalagi, negara lagi susah kok minta naik gaji,

sisi positifnya, tapi belum tentu kerasa enaknya dalam jangka pendek:
- anggaran pembangunan tetap ada, pembangunan akan jalan, ada produktivitas, nyerap tenaga kerja, ngurangi pengangguran, lebih banyak yang punya uang (walaupun dikit) buat beli barang, permintaan barang naik, produksi naik, perusahaan untung, gaji karyawan baru bisa dinaikin dst dst dst.... kata ahli ekonomi sih...
- orang jakarta yang sok kaya, jadi agak mikir untuk sekedar pamer mobil, gaya-gayaan pake mobil/motor buat keliling jakarta, ngurangi macet, ngurangi stress di jalan,
- ngurangi kejahatan, selundupan bbm, oplosan bbm,

apakah tidak akan naik lagi?
belum tentu

- saat ditulis harga minyak dunia $121
- ada yang meramalkan akan ke $200
- harga minyak mentah dunia, naik dari 100 ke 120 hanya dalam beberapa minggu,
- resesi amerika tidak separah yang dibayangkan orang, so perekonomian tetep jalan, kebutuhan energi akan tetap tinggi,
- china dan india pertumbuhannya pesat, butuh energi yang lebih banyak, demikian juga jepang,
- manusia bertambah banyak, kebutuhan bbm akan lebih banyak

tapi suatu saat akan berhenti, sebelum $200 atau setelah?

- rasionalitas perhitungan biaya dan manfaat, akan membawa ke sumber energi alternatif, gas bumi, batu bara, biofuel, saat ini sudah paralel tapi belum maksimal,

Tidak ada komentar:

FINANCIAL & MONETARY STABILITY

FINANCIAL & MONETARY STABILITY
sumber: Bank Indonesia

IHSG (2.303,9)

IHSG (2.303,9)
11 april 2008