Beberapa emiten menurunkan target IPO dan emisi obligasi karena kondisi pasar yang menurun.
Kenaikan harga BBM, memaksa emiten mengkalkulasi ulang ongkos produksi dan daya serap pasar yang berakibat pada penciutan produksi dan penurunan kebutuhan dana ekspansi serta penurunan profit, menurunkan power money masyarakat luas dan mau tak mau akan menurunkan alokasi investasi karena terserap alokasi untuk kebutuhan hidup.
Kenaikan komoditas pangan, menyedot lebih banyak uang untuk mempertahankan hidup
Namun demikian ada emiten yang akan diuntungkan dan tetap akan expansif:
- emiten pertambangan batubara, karena kebutuhan energi china, india dan jepang tetap tinggi untuk memasok pembangkit listrik mereka
- emiten perkebunan kelapa sawit, program konversi alternatif minyak bumi akan menyerap kebutuhan CPO yang terus naik, kebutuhan energi tidak akan pernah turun seiring kemajuan manusia.
to be continued & edited
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
FINANCIAL & MONETARY STABILITY
sumber: Bank Indonesia
IHSG (2.303,9)
11 april 2008
Tidak ada komentar:
Posting Komentar