Selasa, 18 Agustus 2009

MACD


MACD adalah indikator momentum yang menunjukkan hubungan antara dua moving average dari gerakan harga untuk jangka waktu tertentu.

MACD adalah perbedaan antara moving average eksponensial untuk 26 hari dan moving average ekspenensial untuk 12 hari. Moving average eksponensial untuk 9 hari disebut dengan garis signal/triger, digambar diatas MACD untuk menunjukkan kesempatan membeli atau menjual.


Crossover

Jika nilai MACD naik diatas garis signalnya: beli

Jika nilai MACD turun dibawah garis signalnya: jual

Jika nilai MACD bergerak diatas nol: beli
Jika nilai MACD bergerak dibawah nol: jual


Overbought/Oversold

Jika MA yang lebih pendek tertarik menjauh secara drastis dari MA yang lebih panjang: overbought dan sebaliknya


Divergence

Terjadinya penyimpangan antara gerakan MACD dan gerakan harga.

Jika MACD membuat harga rendah baru sedangkan harga gagal mencapai harga rendah baru dan sebaliknya.


Senin, 04 Mei 2009

DEWA


FY 2008 & Q1:2009

sales 220 54.8 (93%QoQ, 25%YtD)
gross profit 26 8.7
GPM 12% 16%
operational profit 10 3.5
OPM 5% 6%
net income 11 2
PM 5% 4%
EPS 0.69 0.31

cash flow (46) (25) payment obl
DER 48% 45%
Asset 537 513

Jumat, 24 April 2009

OKAS


DATA FY 2008
sales 1.000 bio (from MNK only)
gross profit 245 bio (25%)
operating profit 189 bio (19%)
net income 17 bio (2%)
eps 46

EXPAND
MNK 37K ton to 137K ton (worth $50 mio)
acquisition/joint 5 KP (worth $10 mio) cap 15 mio MT
acquisition Bormindo Nusantara (worth $110 mio)

POTENTION DEMAND COAL:
japan 7-8 mio MT
malaysia 5 mio MT
china 600K MT
mexico 840K MT

in January 1-3 mio MT shipment

RESULT ESTIMATE
MNK 1.000 bio
coal trading 12-36 mio MT

http://202.155.2.90/corporate_actions/new_info_jsx/jenis_informasi/00_Pengumuman-Bursa/2008/12_Desember/2008-12-19/20081219_OKAS_MPE_170_PSJ_Materi%20Public%20Expose.pdf

ASIA


DATA FY 2008
sales 101 M
gross profit 21 M (21%)
operating profit 4 M (4%)
net income 7 M (7%)
eps 3,7

DATA Q1 2009
sales 30 M
gross proft 7 M (23%)
operating profit 4 M (10%)
net income 3 M (10%)

EXPAND:
suplply coal to SMGR, early tender 6K tons worth 10 M (2008 coal sales only 8 M)
acquisition 2-3 KP nickel (take effect in 2010)
capex $5 mio in 2009 tekonindo (effect in 2H 2009)

PRODUCTIVITY:
coal 240K tons year 2009 plan

Selasa, 06 Januari 2009

reuters

European shares rise on fiscal stimulus hopes

Jan 6 (Reuters) - European shares rise in early trade on Tuesday as investors hope that fiscal stimulus plans by U.S. President-elect Democrat Barack Obama and the German government will help a recovery in equities. By 0812 GMT, the FTSEurofirst 300 .FTEU3 index of top European shares was up 0.5 percent at 877.7 points.
"The main things are the Obama plans as well as the German fiscal stimulus package. Markets, rather than focusing on the dire economic and earnings data, are looking forward to the hope that these plans will work," said Bernard McAlinden, market strategist at NCB Stockbrokers.
In the U.S.,
Barack Obama went to Congress two weeks before taking office to try to entice Republican support for a massive stimulus package with talks of big tax cuts.
Meanwhile, German senior officials said the government's second fiscal stimulus could reach 50 billion euros nearly double the amount expected just a week ago.
The pharmaceutical sector led the risers on the index. AstraZenenca (
AZN.L), GlaxoSmithKline (GSK.L) and Sanofi-Aventis (SASY.PA) were up between 1.1-1.9 percent. The automobile sector performed well after heavy losses on Monday. Renault (RENA.PA), BMW (BMWG.DE) and Porsche (PSHG_p.DE) were between 0.1-2.1 percent higher.
Across Europe, the FTSE 100 .FTSE index was up 0.2 percent, Germany's DAX
.GDAXI was 0.3 percent higher and France's CAC 40 .FCHI was up 0.25 percent. (Reporting by Joanne Frearson)

Rabu, 31 Desember 2008

2009, whats up

Kutipan detik finance:
Berikut 7 hal yang menjadi prioritas dalam perekonomian 2009:
  1. Mengatasi kemungkinan pengangguran baru akibat krisis perekonomian global.
  2. Mengelola inflasi.
  3. Menjaga pergerakan sektor riil. (kebijakan insentif fiskal 12,5T 2008)
  4. Mempertahankan daya beli masyarakat. (kenaikan gaji, program APBN)
  5. Melindungi masyarakat miskin. (skim pengentasan kemiskinan)
  6. Memelihara kecukupan pangan dan energi.
  7. Menjaga pertumbuhan ekonomi (di atas 4,5%)

Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan kredit di tahun 2009 akan melambat menjadi sekitar 20-22 persen. Perlambatan pertumbuhan kredit sudah mulai terasa sejak Desember 2008.

Nilai tukar rupiah mengakhiri tahun 2008 di level 11.000 per dolar AS.

Bursa Efek Indonesia memperkirakan ada tiga sektor emiten yang akan menjadi motor penggerak IHSG di 2009. Ketiga sektor emiten itu adalah infrastruktur, perbankan dan consumer goods.

sektor infrastruktur diperkirakan bisa bertahan karena biasanya bunga pinjaman untuk proyek infrastruktur menggunakan bunga tetap (flat). Sehingga meski likuiditas dunia kini seret, proyek-proyek infrastruktur masih bisa berjalan."

sektor perbankan diperkirakan bisa tetap bergulir seiring ekspektasi BI Rate ke depan yang akan menurun.

menurunnya harga komoditas yang berpengaruh ke harga consumer goods, maka daya beli masyarakat juga meningkat.

Sementara untuk sektor pertambangan, diperkirakan memang masih akan cukup dominan, namun akan terpengaruh penurunan harga komoditas.

Sabtu, 15 November 2008

BUMI, buy back to save the asset

Kamis 13 November 2008 manajemen BUMI mengumumkan akan melakukan buy back saham:
maksimal: 3.298.680.000 saham atau 6.597.360 lot atau 17% saham beredar
dengan harga rata-rata: Rp2.500 atau total dana Rp8,2 triliun
dalam waktu: 3 bulan dimana seabanyak 2.158.200 lot akan terlaksana tahun 2008

Jadi selama 3 bulan ke depan rata-rata harian transaksi buy back akan mencapai Rp50-60 miliar.

Saat suspend dibuka dari harga Rp2.175 terdapat antrean jual sebanyak 3 juta lot dan jika ini mencerminkan seluruh investor yang akan segera melepas BUMI maka dapat diyakini harga Rp2.500 akan tercapai dalam 3 bulan.

Dari proyeksi harga yang disampaikan dalam pengumuman tersebut, harga BUMI menurut beberapa analis akan mencapai 127,8% atau menjadi Rp3.200, namun tidak dinyatakan target waktunya.

Dalam paparan tersebut EPS BUMI akan menjadi (kurs $9.500):
2008: 378
2009: 735
2010: 629
sehingga dengan harga Rp3200 P/E ratio pada tahun tsb akan menjadi 8, 4 dan 5.

Cukup menjanjikan untuk ikut trading BUMI jika:
- buy back benar-benar terealisasi
- proyeksi laba valid
- kurs rupiah tidak semakin melemah

Hari jumat trading BUMI sangat aktif dibandingkan 4 hari sebelumnya yang terus menerus terkena autorejection.
Pada posisi kamis, offer position sekitar 900.000 lot dari posisi awal dibukanya suspend 3 juta lot, dan jumlah transaksi hari jumat sebanyak 2,6 juta lot.
Dalam transaksi hari jumat porsi asing sebanyak 889 ribu lot yang dijual dengan net sell sebanyak 206 ribu lot
Harga relatif fluktuatif dari Rp1.070 sampai Rp1.300 dan ditutup turun pada level Rp1.160 dari sebelumnya Rp1.180

Senin, hari kedua setelah BB, transaksi sekitar Rp630 miliar dengan volume 1.165 ribu lot dengan transaski asing sekitar 503 ribu lot dengan net sell sekitar 307 ribu lot
dan BUMI ditutup auto rejection menjadi Rp1.050

.

Senin, 13 Oktober 2008

bottom ?

Akhirnya suspensi dibuka,
diawali dengan aksi force sell yang masih tersisa, index minus lebih dari 6% dan masih merah sampai sesi I berakhir.

Hari ini ketentuan baru batas auto rejection 10 % berlaku, hal ini akan membatasi gerak fluktuatif indek .

Sejumlah aura postif juga terjadi: penjaminan simpanan naik menjadi Rp 1 miliar, penjaminan serupa terjadi hampir di semua negara eropa, memberikan sentimen confidence yang positif.
Aksi buy back didukung tidak hanya BUMN tetapi juga beberapa emiten swasta antara lain BLTA, DGIK, SCMA, LSIP, SGRO.

berikut saham yang naik sampai auto reject:
INKP, SMRA, CTRS, SMGR, CTRP, WIKA, CTRA, GGRM, ANTM, PTBA, ISAT, PGAS & TOTL

Rabu, 08 Oktober 2008

suspensi bursa efek indonesia, 8 oktober 2008 turun 10,38%



akhirnya bursa harus diselamatkan darurat dengan suspensi.


tindakan yang banyak dipuji oleh berbagai kalangan, untuk menyelamatkan kepentingan nasional.

index telah turun dari 1.832,5 sebelum libur panjang lebaran, menjadi 1.451,6 atau turun 380,9 point selama 3 hari (20,8%)







berikut posisi beberapa saham:
1 TLKM -9,8% menjadi 6.450
2 ANTM -9,5% menjadi 1.050
3 ISAT -23,3% menjadi 3.950
4 PTBA -25,0% menjadi 5.250
5 PGAS -19,5% menjadi 1.590
6 BMRI -8,0% menjadi 2.300
7 ASII -20,0% menjadi 12.800
8 INCO -12,6% menjadi 2.250
9 UNTR -15,1% menjadi 6.200
10 BBRI -10,9% menjadi 4.275
11 TINS -10,9% menjadi 1.140
12 MEDC -10,1% menjadi 2.450
13 BBNI -15,8% menjadi 640
14 AALI -15,2% menjadi 8.400
15 INKP -17,9% menjadi 1.100
16 KIJA -22,5% menjadi 55
17 BRPT -15,0% menjadi 680
18 UNVR -5,3% menjadi 7.150
19 LSIP -19,6% menjadi 2.150
20 INDF -15,6% menjadi 1.520
21 DEWA -18,9% menjadi 86
22 TRUB -9,6% menjadi 113
23 MIRA -8,2% menjadi 780
24 SMCB -18,2% menjadi 540
25 WIKA -17,5% menjadi 165
26 CPRO -11,8% menjadi 172
27 JSMR -14,6% menjadi 760
28 SMGR -28,2% menjadi 1.850
29 PNBN -16,9% menjadi 540
30 GJTL -20,4% menjadi 195
31 INDY -18,3% menjadi 1.250
32 BDMN -21,3% menjadi 3.700
33 SGRO -20,3% menjadi 1.060
34 CTRP -22,2% menjadi 144
35 ITMG -19,9% menjadi 12.650
36 TBLA -18,6% menjadi 240
37 PNLF -20,2% menjadi 103
38 CTRA -13,9% menjadi 310
39 ADRO -19,0% menjadi 810
40 GGRM -10,3% menjadi 5.200

Rabu, 07 Mei 2008

Penggalangan dana dan prospek investasi

Beberapa emiten menurunkan target IPO dan emisi obligasi karena kondisi pasar yang menurun.

Kenaikan harga BBM, memaksa emiten mengkalkulasi ulang ongkos produksi dan daya serap pasar yang berakibat pada penciutan produksi dan penurunan kebutuhan dana ekspansi serta penurunan profit, menurunkan power money masyarakat luas dan mau tak mau akan menurunkan alokasi investasi karena terserap alokasi untuk kebutuhan hidup.

Kenaikan komoditas pangan, menyedot lebih banyak uang untuk mempertahankan hidup

Namun demikian ada emiten yang akan diuntungkan dan tetap akan expansif:
- emiten pertambangan batubara, karena kebutuhan energi china, india dan jepang tetap tinggi untuk memasok pembangkit listrik mereka
- emiten perkebunan kelapa sawit, program konversi alternatif minyak bumi akan menyerap kebutuhan CPO yang terus naik, kebutuhan energi tidak akan pernah turun seiring kemajuan manusia.



to be continued & edited

kenaikan BBM, APBN yang sehat

Kenaikan BBM sungguh pilihan yang sulit yang harus dihadapi,
sisi gak enaknya:
- biaya transportasi naik
- barang manufaktur/pabrikan yang pake BBM atau melalui proses distribusi juga ikutan naik,
- banyaknya barang/jasa yang naik harganya bikin inflasi naik tapi bunga bank gak naik, bunga kredit yang paling cepet menyesuaikan naik, nilai intrinsik uang kita jadi turun,jadinya barang yang di dapet dari uang kita cuma dikit,
- gaji minta naik? tunggu dulu, perusahaan bilang beban produksi naik, jadi ga ada anggaran naikin gaji karyawan, yang PNS? apalagi, negara lagi susah kok minta naik gaji,

sisi positifnya, tapi belum tentu kerasa enaknya dalam jangka pendek:
- anggaran pembangunan tetap ada, pembangunan akan jalan, ada produktivitas, nyerap tenaga kerja, ngurangi pengangguran, lebih banyak yang punya uang (walaupun dikit) buat beli barang, permintaan barang naik, produksi naik, perusahaan untung, gaji karyawan baru bisa dinaikin dst dst dst.... kata ahli ekonomi sih...
- orang jakarta yang sok kaya, jadi agak mikir untuk sekedar pamer mobil, gaya-gayaan pake mobil/motor buat keliling jakarta, ngurangi macet, ngurangi stress di jalan,
- ngurangi kejahatan, selundupan bbm, oplosan bbm,

apakah tidak akan naik lagi?
belum tentu

- saat ditulis harga minyak dunia $121
- ada yang meramalkan akan ke $200
- harga minyak mentah dunia, naik dari 100 ke 120 hanya dalam beberapa minggu,
- resesi amerika tidak separah yang dibayangkan orang, so perekonomian tetep jalan, kebutuhan energi akan tetap tinggi,
- china dan india pertumbuhannya pesat, butuh energi yang lebih banyak, demikian juga jepang,
- manusia bertambah banyak, kebutuhan bbm akan lebih banyak

tapi suatu saat akan berhenti, sebelum $200 atau setelah?

- rasionalitas perhitungan biaya dan manfaat, akan membawa ke sumber energi alternatif, gas bumi, batu bara, biofuel, saat ini sudah paralel tapi belum maksimal,

Rabu, 16 April 2008

Akhir 2008, Sapta Indra Optimis IPO

PT Sapta Indra Sejati (SIS), perusahaan kontraktor pertambangan batu bara milik Grup PT Adaro Indonesia, optimis dapat menawarkan sahamnya (IPO) pada akhir 2008 sebanyak 20 % dari modal disetornya.
"Sekarang masih dalam proses melihat kondisi pasar finansial. Targetnya tetap pada akhir tahun 2008, tapi paling lambat awal tahun 2009," kata Komisaris SIS, Sandiaga S Uno di Jakarta, Rabu, seperti dilansir Antara.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya dana yang akan diraih dari go public tersebut menurun dari level semula sebesar 300 juta-350 juta dolar AS, menjadi 100 juta-150 juta dolar AS.

Menurut Sandiaga, kondisi pasar yang tidak stabil membuat pihaknya masih dalam tahap finalisasi total aset perusahaan dan dana raihan yang ditargetkan.

SIS sendiri telah menunjuk PT Danareksa Sekuritas dan PT BNP Paribas sebagai penjamin pelaksana emisi dan koordinator global penjualan saham tersebut.

Grup Adaro menguasai 85 % saham Sapta Indra dan selebihnya dimiliki oleh perusahaan lain. Perseroan berencana meningkatkan kapasitas produksi batubara dari 10 juta ton per tahun menjadi 15 juta ton setelah IPO

dari: http://www.investorindonesia.com/

Jumat, 11 April 2008

ITMG - BUMI - PTBA

-----------------------ITMG------BUMI------PTBA

BV--------------------3.899--------545-------1.215
SALES (M)----------7.270-----21.340------4.120
GROWTH SALES----5,4%------22,4%------16,7%
ASET (M)-----------7.410------26.560------3.930
NI (M)-----------------535--------7.430---------760
DER-------------------0,68---------1,26--------0,40

PER (11 APR)--------49,3---------15,3-------29,9

GENERAL ELECTRIC revenue naik 10% sahamnya drop 11%

Revenue Q1 2008 $42,2 miliar atau sebesar 96,6% dari estimasi revenue analis
EPS Q1 $0,44 atau sebesar 86,3% estimasi analis

Tapi harga sahamnya langsung jatuh 11,56%

Padahal kalau dibandingkan dengan Q1 2007 maka revenuenya naik 10,5%
walaupun epsnya tidak bergeming alias tetap

ada ada aja ulah ....

FINANCIAL & MONETARY STABILITY

FINANCIAL & MONETARY STABILITY
sumber: Bank Indonesia

IHSG (2.303,9)

IHSG (2.303,9)
11 april 2008