Berikut 7 hal yang menjadi prioritas dalam perekonomian 2009:
- Mengatasi kemungkinan pengangguran baru akibat krisis perekonomian global.
- Mengelola inflasi.
- Menjaga pergerakan sektor riil. (kebijakan insentif fiskal 12,5T 2008)
- Mempertahankan daya beli masyarakat. (kenaikan gaji, program APBN)
- Melindungi masyarakat miskin. (skim pengentasan kemiskinan)
- Memelihara kecukupan pangan dan energi.
- Menjaga pertumbuhan ekonomi (di atas 4,5%)
Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan kredit di tahun 2009 akan melambat menjadi sekitar 20-22 persen. Perlambatan pertumbuhan kredit sudah mulai terasa sejak Desember 2008.
Nilai tukar rupiah mengakhiri tahun 2008 di level 11.000 per dolar AS.
Bursa Efek Indonesia memperkirakan ada tiga sektor emiten yang akan menjadi motor penggerak IHSG di 2009. Ketiga sektor emiten itu adalah infrastruktur, perbankan dan consumer goods.
sektor infrastruktur diperkirakan bisa bertahan karena biasanya bunga pinjaman untuk proyek infrastruktur menggunakan bunga tetap (flat). Sehingga meski likuiditas dunia kini seret, proyek-proyek infrastruktur masih bisa berjalan."
sektor perbankan diperkirakan bisa tetap bergulir seiring ekspektasi BI Rate ke depan yang akan menurun.
menurunnya harga komoditas yang berpengaruh ke harga consumer goods, maka daya beli masyarakat juga meningkat.
Sementara untuk sektor pertambangan, diperkirakan memang masih akan cukup dominan, namun akan terpengaruh penurunan harga komoditas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar